Langsung ke konten utama

YANG BERBEDA


Memperkenalkan suatu kegiatan - yg mungkin kelak akan menjadi hobi atau tidak - pada anak,
Adalah ikhtiar menumbuhkan rasa percayadiri.

Aku tumbuh di daerah pantai. Dari lingkungan yg mungkin - jaman itu - mendidik anak adalah
Dengan komunikasi 1 arah. Bukan 2 arah.

Anak cenderung tak percaya diri.
Karena tak ada tempat utk mereka menerima Omongan kita, tapi kita harus menerima apa Yg mereka perintahkan.

Bagiku, percayadiri itu penting.
Dan hobi adalah salahsatu jalan
Membangun kepercayaan diri.

Mereka yg tak mampu melebur
Ke lingkungan dimana terkadang dalam
Suatu lingkungan itu salahsatu hobi lebih
Dominan daripada yg lain, akan menjadi bahan Bullying. Bahan ejekan. Dan kita tahulah, bullying membawa dampak psikis begitu dalam bahkan mungkin berujung suicide. Bunuhdiri.

Mereka yg menjadi korban bullying harus
bersusah payah keluar dari kubangan itu
Dan kemudian secara lambat laut membentuk rasa percaya diri.

aku tk ingin anakku menyia2kan masa
Hidupnya hanya sekedar mengutuki rasa rendahdiri. Aku ingin dia siap.

Aku tak ingin anakku sekedar gerbong
Bagi kereta hobiku. Aku ingin anakku punya Rasa percayadiri bahwa sekalipun ia tak bisa
Dalam hal tertentu, paling tidak dia pernah Melakukan sesuatu yg mungkin tak semua anak seusianya bisa menyisihkan waktu
Dan tenaga melakukan itu.

Ada rasa percayadiri. Yg aku harap
Bukan rasa menyombongkan diri.

Aku ingin dia berkata seperti aku berkata
Pada mereka2 yg dulu pernah meremehkan ku
Karena aku tak pernah mampu melebur 
Dalam satu lingkungan yg bagiku begitu
Monotan & membosankan

Aku ingin dia berkata :
ALHAMDULILLAH URIP KU
LEBIH BERWARNA ...

Juni - 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SOAL SEME'AN DAN KLERA

Ada 5 kampung nelayan di pesisir pantai kenjeran : larangan, sukolilo, tambak deres, kejawan lor dan nambangan-cumpat. Ada 6, kalau misal tambak wedi masuk juga. Di Kampung nambangan, ada yg unik. Masuk bulan MAULID, seluruh jalanan dipenuhi penjor atau umbul2 dari kerudung. Sepanjang jalan penuh dengan kerudung yg diikat ke bambu kemudian bambu2 itu dipasang melintang di atas jalanan kampung selama 1 bulan penuh. Tak ada kampung lain di wilayah ini yg mempraktekkan tradisi maulud seperti itu. Kalau dibandingkan dengan kampung lain, kampung ini kultur masyarakatnya memang lebih relijius. Terlihat dari cara berpakaian mereka yg lebih tradisional. Para Pria lebih banyak memakai sarung atau perempuan2 memakai jilbab utk aktifitas kesehariannya. Dan secara dialek juga logat bahasapun kampung ini punya keunikan. Meskipun generasi sekarang, karena pergaulan yg meluas juga menyesuaikan dgn kultur surabaya secara umum,mungkin secara sadar tak lagi menggunakannya. Contoh, alih2 meng...

BOOKHIVE kulonuwon di SURABAYA

Kemudian kita taruh rak2 buku itu dipojokan2 ruang publik agar masyarakat bebas membaca dan mengakses pengetahuan sembari mereka mengantre atau nyantai menunggu sesuatu. Begitulah ... Seseorang atau sebuah komunitas punya ide yang nampaknya utopis tapi persetanlah ... Ide harus di wujudkan. Meskipun nanti akhirnya rak2 itu hanya menjadi semacam pemanis atau semacam formalitas sebuah instansi agar dipandang berbudaya. Ya ... Konsep menempatkan rak2 buku lengkap dengan buku2 bacaan ringan di ruang publik memang  bukan hal baru. Lalu apa yg membedakan #bookhive dgn semisal perpus gratis yg digagas pak sutopo tukang becak di jogja, pak sugeng hariyono tukang tambalban di lampung, dan fauzi tukang jamu dari sidoarjo, atau lapak2 baca gratis semacam ALS ( ALIANSI LITERASI SURABAYA) yg melapak dibeberapa spot taman kota surabaya dengan deg2an karena seringkali berhadap2an dengan aparat keamanan karena dianggap mengganggu estetika taman kota. Apa bedanya? Apa beda es...

Ku tunggu BEKAS mu.

Karena aku cuma bisa membeli buku bekas, seringkali aku terlambat mengetahui kalo ternyata sebuah buku yang lagi booming itu kadang memang bagus. Tak selalu murahan ceritanya, seperti perkiraan ku. Dimulai dari saman, yang konon, adalah tonggak novel kontemporer indonesia, yang bahkan ketika kemunculan nya di kupas beberapa halaman di koran kompas. Meskipun itu tak bisa di lepaskan dari kedekatan ayu utami dengan sebuah komunitas yang, konon, berafiliasi dgn penerbit kompas sendiri. Dan juga terlepas dari kontroversi2 yang mengikuti kehadiran saman di dunia sastra indonesia. Saman klo tak salah terbit pertamakali tahun 1994. dlm pembukaan nya, ayu utami menyebut novel ini adalah sebuah fragmen dari sebuah novel lain. itu 4 tahun sebelum reformasi. Kemudian reformasi datang dan mungkin -ini cuma analisa bodoh ku- novel yang lain itu tak tergarap karena peta politik berubah. Kebebasan berbicara datang. Semua bebas berekspresi. lalu ayu membuat novel lain yg berlatar belakang reformasi...