aku bertemu lagi dengan nya secara tak sengaja. di rumah kawan ku. di suatu malam kemarau. di beranda itu, di temani kopi dan rokok beberapa merk, ia yang pertama mengajak ku bicara." handphone sudah jadi kebutuhan ya mas? " aku baru saja membaca sms yang masuk ke hape ku.aku mengangguk. " handpne membuat kita aneh " " tapi ada lho mas, teman ku yg tak punya hape". aku menyahuti nya.seolah olah aku kenal dekat dengan nya. "dan itu menurut ku malah aneh mas, jaman sekarang kok nggak punya hape.bayangkan kalo ada keluarga nya yg ingin tahu kabar nya, ato perlu bicara dengan nya.nggak masuk akal kan mas?! " " he em. gak punya nomer ". jawab nya. entah apa maksud nya. kemudian teman ku datang dengan secangkir kopi lagi.mereka lalu bicara tentang sesuatu yang hendak di cetak. tentang seseorang yang menyerobot harga. tentang hal hal yang tak aku pahami. aku hanya merangkai rangkai kata per kalimat. menebak nebak apa...
Kecantikan selalu menghunuskan pisau. seperti senja yang menancapkan satu jawaban yang tak mungkin bisa ku ucapkan lagi padamu. tak mungkin bisa ku tuliskan di lembaran pakaian dalam mu.